Halo #TemanDigital, kali ini kita akan membahas topik yang sangat penting, yaitu soal teknologi terbaik dalam membangun website e-commerce. Memilih teknologi itu bukan soal preferensi subjektif individu atau tim internal dari perusahaan. Kesalahan memilih teknologi, bisa berimbas fatal & proyek dinyatakan gagal permanen. Dalam e-commerce development, ada dua nama besar yang sering menjadi pilihan para pelaku bisnis, yaitu Shopify dan WooCommerce. Kedua teknologi ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, tergantung pada kebutuhan dan skala bisnis Anda. Pertanyaan utamanya, Shopify vs WooCommerce: mana yang paling cocok untuk brand Anda? awas! salah pilih=gagal total.
Apa itu Shopify?
Shopify adalah platform e-commerce berbasis SaaS (Software as a Services) yang memungkinkan siapa pun (baik individu maupun korporasi) untuk membuat website e-commerce dengan mudah, tanpa perlu kemampuan coding. Namun Anda tetap membutuhkan developer berpengalaman untuk melakukan kustomisasi khusus pada Shopify, jika tidak maka hanya akan mendapatkan website e-commerce basic yang belum tentu orang Indonesia familiar.
Apa itu WooCommerce?
WooCommerce adalah plugin e-commerce yang bekerja di dalam CMS WordPress. Dengan plugin WooCommerce, Anda dapat mengubah website WordPress biasa menjadi website e-commerce yang sangat efektif. WooCommerce memiliki tingkat fleksibilitas tinggi dan komunitas pengguna yang besar menjadikan WooCommerce pilihan populer, terutama bagi pemilik website yang sudah terbiasa dengan WordPress.
Kelebihan dan Kekurangan Shopify
Kelebihan Shopify:
Kekurangan Shopify:
Kelebihan dan Kekurangan WooCommerce
Kelebihan WooCommerce:
Kekurangan WooCommerce:
Untuk pengembangan website e-commerce profesional, baik dengan teknologi Shopify maupun WooCommerce, Anda dapat menggunakan jasa jema-agency.com/. Tim kami siap membantu dari perencanaan, desain UI/UX, integrasi sistem pembayaran, hingga optimasi performa website agar siap menghadapi lonjakan trafik dan tetap menghasilkan konversi maksimal.